Apa itu "The Black Swan"?
Jadi, "Black Swan"
itu konsep yang muncul karena kejadian langka yang kita nggak pernah bisa
prediksi sebelumnya, tapi punya dampak yang luar biasa besar. Istilah ini
diambil dari sejarah orang Eropa yang percaya kalau semua angsa itu pasti
berwarna putih. Sampai suatu saat, para penjelajah menemukan angsa yang
hitam, dan pandangan mereka langsung runtuh. Nah, dari sini, Taleb
menciptakan metafora "Black Swan" untuk menjelaskan bahwa ada
banyak hal yang terjadi dalam hidup yang sama sekali nggak bisa kita
prediksi, dan ketika itu terjadi, dampaknya bisa mengubah segalanya.
1. Peristiwa yang Langka dan
Tak Terduga
Jadi, peristiwa Black Swan
itu sangat jarang terjadi. Kita nggak bisa memprediksi kapan hal itu bakal
datang. Coba deh, ingat lagi sebelum pandemi Covid-19 — nggak ada
yang benar-benar siap atau memprediksi itu. Semua orang cuma berpatokan sama
kejadian-kejadian sebelumnya, dan nggak ada satu pun yang menyangka kalau
sesuatu seperti ini bakal datang dan mengubah seluruh dunia. Semua orang
berasumsi kalau pandemi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Nah, inilah
yang disebut dengan peristiwa langka yang nggak bisa kita antisipasi.
2. Dampaknya Gede Banget
Peristiwa Black Swan nggak cuma
langka, tapi dampaknya sangat besar, bahkan bisa merubah tatanan dunia.
Contohnya kayak serangan 9/11 yang bikin perubahan besar dalam kebijakan
global, atau krisis finansial 2008 yang menghancurkan banyak sektor ekonomi di
seluruh dunia. Semua kejadian ini punya efek domino yang luas banget dan nggak
ada yang bisa memprediksi efek sebesar itu sebelumnya.
3. Setelah Kejadian, Kita
Cenderung Mencari Penjelasan
Hal yang menarik dari peristiwa
Black Swan adalah bahwa setelah kejadian itu terjadi, orang-orang mulai
mencari-cari penjelasan untuk menyalahkan sesuatu atau seseorang, dan
menganggap bahwa sebenarnya kejadian itu bisa diprediksi. Padahal kenyataannya,
banyak orang yang merasa terkejut dan nggak siap ketika peristiwa itu muncul.
Misalnya, ketika krisis 2008 terjadi, banyak orang yang mulai mencari
alasan, padahal banyak yang tidak melihat tanda-tanda sebelumnya. Setelah
peristiwa terjadi, orang cenderung berpikir, “Oh, itu jelas banget bisa
diprediksi!” padahal kenyataannya, kita nggak bisa benar-benar meramalkan kapan
dan bagaimana peristiwa besar itu akan datang.
Sejarah itu Buram
Menurut Taleb, sejarah itu
buram, kita cuma bisa tahu apa yang terjadi setelah semuanya selesai. Tapi
kita nggak bisa benar-benar melihat ke masa lalu untuk mengetahui alasan atau
naskah yang melatarbelakangi peristiwa-peristiwa besar itu. Orang sering banget
merasa yakin dengan prediksi mereka, karena mereka cuma ngeliat data dan
kejadian-kejadian sebelumnya. Tapi di dunia ini, kita nggak bisa sepenuhnya
percaya sama prediksi karena kita nggak tahu apa yang akan datang.
Contohnya, di dunia finansial,
banyak orang yang percaya diri dengan model-model keuangan mereka. Tapi pas ada
krisis ekonomi, mereka nggak tahu sama sekali kapan hal itu bisa
terjadi, dan semua asumsi yang mereka buat bisa jadi salah. Model-model itu
cuma berdasarkan data yang ada, tanpa melihat kemungkinan adanya peristiwa yang
nggak terduga yang bisa menghancurkan segalanya dalam sekejap.
Manusia Cenderung Terlalu Percaya pada Sejarah
Apa yang terjadi di masa lalu
seringkali bikin kita berpikir kalau itu bakal terulang lagi di masa depan.
Kita sering banget percaya bahwa apa yang sudah terjadi itu bisa dijadikan
patokan untuk kejadian di masa depan. Padahal, kejadian-kejadian besar, seperti
pandemi Covid-19 atau krisis 2008, itu nggak bisa diprediksi
berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya. Hal ini sering disebut sebagai confirmation
bias, yaitu kita lebih suka mencari informasi yang mendukung pendapat kita,
dan menolak informasi yang bertentangan.
Misalnya, kalau kita udah pernah
mendengar tentang krisis ekonomi sebelumnya, kita merasa yakin kalau krisis
seperti itu nggak akan terjadi lagi. Tapi kenyataannya, peristiwa yang nggak
kita prediksi, seperti Black Swan, bisa muncul kapan aja dan bikin kita
terkejut. Kepercayaan seperti ini sering kali bikin kita salah langkah, karena
kita cenderung menutup mata terhadap kenyataan bahwa banyak hal dalam hidup ini
gak bisa diprediksi.
Keberadaan Black Swan Itu Nyata
Salah satu yang ingin Taleb
sampaikan adalah, kita sering banget mengabaikan keberadaan Black Swan
dalam hidup kita. Kita terlalu banyak percaya pada prediksi dan data
yang kelihatannya bisa memberi kita gambaran tentang masa depan. Padahal,
kenyataannya kita cuma memahami dunia dengan potongan-potongan kecil,
tanpa bisa melihat gambaran besarnya. Di sini, Taleb mengingatkan kita untuk lebih
realistis dan berhati-hati dalam melihat dunia. Jangan terlalu yakin bahwa
apa yang kita tahu saat ini adalah segalanya.
Banyak orang yang terlalu percaya
diri dalam memprediksi masa depan. Contohnya, banyak orang yang mengatakan
bahwa robot akan menggantikan manusia dalam banyak pekerjaan. Namun,
siapa yang tahu bagaimana dunia akan berubah ke depannya? Bisa aja ada
peristiwa Black Swan yang muncul dan merubah segalanya dengan cara yang nggak
kita bayangkan.
Pentingnya Menjaga Kesiapan dan Fleksibilitas
Taleb nggak cuma mau ngasih tahu
kita tentang bahayanya terlalu percaya diri terhadap prediksi, tapi juga
ngajarin kita cara menjaga kesiapan menghadapi ketidakpastian. Salah
satu yang dia sebutkan dalam buku ini adalah konsep anti-fragility,
yaitu kemampuan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat ketika menghadapi
ketidakpastian dan kejutan.
Alih-alih kita cuma menghindari
risiko, kita seharusnya mencari cara untuk menjadi lebih tahan banting
terhadap hal-hal tak terduga. Kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa besar
yang sudah terjadi, dan memahami bahwa dunia ini penuh dengan kejutan yang
nggak bisa kita prediksi.
Pesan Utama dari "The Black Swan"
Pelajaran besar yang bisa diambil
dari The Black Swan
adalah bahwa kita nggak bisa tahu segalanya. Dunia ini penuh dengan
kejutan yang nggak terduga dan sering kali mempengaruhi hidup kita dengan cara
yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Kita harus siap dengan
ketidakpastian, dan jangan terlalu percaya diri pada model atau
prediksi yang menganggap segala sesuatu bisa diprediksi berdasarkan data
masa lalu. Jadilah lebih fleksibel dan siap menghadapi perubahan besar
yang mungkin datang tanpa kita duga.
0 Komentar